Archives November 2017

DETEKSI DINI KESEHATAN JIWA

Oleh : dr. Syarifah Rose Pandanwangi, Sp.KJ

 

Masalah kesehatan jiwa menimbulkan dampak sosial yang cukup besar. Dampak ini dapat dilihat antara lain dari meningkatnya angka kekerasan baik di rumah tangga maupun di masyarakat umum, bunuh diri, penyalahgunaan napza (narkotika psikotropika dan zat adiktif lainnya), masalah dalam perkawinan dan pekerjaan, masalah di pendidikan, dan mengurangi produktivitas secara signifikan. Gangguan jiwa yang paling banyak ditemui adalah gangguan mental emosional yang terdiri dari gangguan depresi dan cemas. Gangguan ini dapat dengan mudah dikenali dan dideteksi dini.

Orang dengan penyakit fisik kronis, baik infeksi & non-infeksi. Orang dengan keluhan fisik yang  timbul/memberat jika ada masalah psikis) keluhan fisik beraneka ragam/berganti-ganti. Orang  yang mengalami pengalaman hidup yang ekstrem (trauma psikologis, stress yang berat, kehilangan). Orang dengan disabilitas. Mereka adalah kelompok orang yang mempunyai risiko tinggi mengalami masalah kesehatan jiwa.

Keluhan utama gangguan mental emosional dapat berupa:

  1. Keluhan Fisik, yaitu keluhan mengenai kondisi fisik dan tidak jelas berlatar belakang mental emosional.

Contoh: panas, batuk, pilek, mencret, muntah, borok, luka, perdarahan dan lain-lain

  1. Keluhan Psikosomatik, yaitu keluhan fisik/jasmani yang diduga berkaitan dengan masalah kejiwaan (mental emosional).

Contoh: berdebar-debar, tengkuk pegal, tekanan darah tinggi, uluhati perih; kembung, gangguan pencernaan ; sesak napas, mengik (gejala respiratorius); gatal, eksim (gejala dermatologi); encok, pegal-pegal, kejang, sakit kepala (gejala muskuloskeletal); gangguan haid, keringat dingin disertai debar-debar (gejala hormonal-endokrin

  1. Keluhan Mental Emosional, yaitu keluhan yang berkaitan dengan masalah kejiwaan.

Contoh: mengamuk, bicara melantur, mendengar bisikan, melihat bayangan iblis, telanjang di depan umum (gejala psikotik); cemas / takut tanpa sebab yang jelas, gelisah, panik, pikiran  dan/atau perilaku yang berulang (gejala neurotik/cemas); murung, tak bergairah, putus asa, ide kematian (gejala depresi); penyalahgunaan atau ketergantungan terhadap narkoba (gangguan penggunaan zat psikoaktif); ayan, bengong, kejang-kejang (epilepsi); gejala pada anak-anak dan remaja seperti kesulitan belajar, tak bisa mengikuti pelajaran di sekolah, (retardasi mental), atau gangguan perkembangan., atau gejala psikotik pada anak seperti gejala autisme pada kanak, hiperaktivitas, gangguan pemusatan perhatian dan sebagainya

Deteksi dini ini dapat dilakukan oleh kader kesehatan, keluarga, guru dan tenaga kesehatan.

PENYERAHAN KENAIKAN PANGKAT PERIODE 1 OKTOBER 2017

 

Apel pagi hari Rabu tangal 15 November 2017 di Lapangan Apel RSUD dr. Loekmono Hadi, dipimpin langsung oleh Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus dr. ABDUL AZIZ ACHYAR, M.Kes.

Setelah Apel  dilanjutkan acara penyerahan SK Kenaikan Pangkat Periode 1 Oktober 2017 kepada 42 pegawai RSUD dr. Loekmono Hadi yang terdiri dari 5 Pegawai Golongan IV,  28 Pegawai Golongan III, 8 Pegawai Golongan II dan 1 Pegawai  Golongan I.

Untuk Golongan IV terdiri dari 2 Pejabat Struktural, 2 Dokter serta 1 Perawat. Golongan III , Golongan II dan Golongan I terdiri dari 1 Dokter, 22 Perawat, 3 Bidan, 1 Tenaga Kesehatan lainnya serta  10 Staf Administrasi.

STUDI BANDING PEMERINTAH KABUPATEN BOYOLALI

Study Banding Pemerintah Kabupaten Boyolali di RSUD dr. Loekmono Hadi tentang Pembangunan Zona Integritas pada Hari Selasa Tanggal 14 November 2017.
Acara study banding dibuka oleh Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi dr. Abdul Aziz Achyar, M.Kes di Ruang Komite Medik lantai III, dilanjutkan dengan paparan dan sekilas informasi tentang inovasi yang ada di RSUD dr. Loekmono Hadi dan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab.
Acara selanjutnya adalah kunjungan lapangan ke unit-unit pelayanan publik dan kegiatan inovasi RSUD dr. Loekmono Hadi seperti di ruang SPGDT, Hemodialisa, Ruang Rawat Inap Kelas III Melati 1, Ruang Rawat Inap VVIP Anggrek 1 dan PONEK IGD.

MERS-CoV, WASPADAI TANPA PANIK

Oleh : Husnun Nisa Ratna Ningrum, Sp.P

 

Baru-baru ini kota Kudus dihebohkan dengan kasus pasien suspek MERS. Apakah itu MERS? Middle East respiratory syndrome (MERS) adalah penyakit pernapasan akibat coronavirus yang belum pernah dikenal sebelumnya (MERS-CoV). Menurut berbagai analisis genome virus, dipercaya bahwa virus ini berawal dari kelelawar lalu ditransmisikan ke unta pada waktu lampau.  Infeksi virus ini terhadap manusia diketemukan pertama kali di Saudi Arabia pada tahun 2012. Beberapa negara yang dilaporkan mengalami wabah terbanyak antara lain Saudi Arabia, Uni Emirat Arab dan Republik Korea. Dilaporkan sebanyak 35% pasien MERS meninggal dunia.

Sebenarnya virus ini adalah jenis virus  zoonotic. Artinya virus ini bertransmisi antara hewan dan manusia. Menurut penelitian diduga bahwa unta merupakan inang utama virus ini, namun bagaimana rute transmisinya hingga menginfeksi manusia belum diketahui sepenuhnya. Virus ini sangat sulit untuk menular dari manusia kemanusia kecuali terdapat kontak yang sangat erat. Kondisi dimana terdapat kontak erat antara lain petugas kesehatan yang tidak memakai alat pelindung diri yang sesuai selama merawat pasien MERS. Oleh karena itu petugas kesehatan yang menanganinya harus memakai APD yang tepat.

Kecurigaan penyakit ini muncul bila terdapat gejala klinis setelah riwayat bepergian keTimur Tengah dalam waktu 14 hari sebelum sakit kecuali ditemukan penyebab lainnya. Gejala klinis penyakit ini mulai dari tanpa gejala, gejala ringan hingga berat bahkan sampai kematian. Gejala yang biasanya muncul antara lain demam, batuk dan sesak napas. Gejala gastrointestinal yang dilaporkan bias turut menyertai adalah diare. Beberapa kasus yang tidak menampakkan gejala sama sekali (asimtomatis) kadang terdeteksi oleh penelusuran laboratorium secara agresif setelah kontak erat dengan kasus terkonfirmasi.

Belum ada vaksin khusus untuk mencegah penyakit ini. Pencegahan yang bias dilakukan adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh, menghindari kontak erat dengan penderita, menerapkan etika batuk, menjaga sanitasi tubuh dan lingkungan, menjaga keseimbangan gizi serta olah raga teratur. Jika terdapat gejala klinis misalnya demam disertai batuk atau sesak napas dalam kurun waktu 14 hari sesudah perjalanan ke Negara terjangkit maka sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

UPACARA DALAM RANGKA HKN KE 53

Upacara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 pada Hari Senin tanggal 13 November 2017, bertempat dihalaman Pendopo Kabupaten Kudus.

Dalam peringatan tersebut sebagai Inspektur Upacara Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus Drs. Noor Yasin ,MM  dan sebagai Komandan Upacara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Joko Dwi Putranto, SH, MM. Dalam pembacaan amanat upacara, Bapak Noor Yasin mengatakan peringatan Hari Kesehatan RI saat ini sebagai momen untuk meningkatkan kesehatan keluarga. Sebab keluarga merupakan elemen paling kecil dalam masyarakat.

 

 

 

 

 

RSUD dr. Loekmono Hadi turut ikut memeriahkan Upacara HKN selain Pejabat  Struktural RSUD dr. Loekmono Hadi juga mengirim 50 staf sebagai peserta Upacara HKN.

SENAM GERMAS DALAM RANGKA MEMECAHKAN REKOR MURI

Pelaksanaan Senam GERMAS dalam rangka memecahkan Rekor MURI dilaksanakan pada Hari Minggu, Tanggal 12 November 2017, bertempat di Lapangan  Laboratorium Kesehatan Daerah.

Dalam rangka memecahkan Rekor MURI setiap Rumah Sakit dan Instansi Kesehatan se-Kabupaten Kudus harus ikut berpartisipasi dengan mengirimkan peserta senam.  RSUD dr. Loekmono Hadi sendiri mengirimkan 100  orang staf dan Pejabat Struktural. Secara keseluruhan kegiatan Senam itu sendiri diikuti  sebanyak 1200 lebih.

 

 

 

 

 

 

 

Setelah senam dilaksanakan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba Senam Germas yang dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 9 November 2017. Pemenang Pertama dari Puskesmas Gribig, Kedua dari RSUD dr. Loekmono Hadi, Ketiga dari Puskesmas Undaan, Harapan 1 dari  RSIA Permata Hati, Harapan 2 dari RS Aisyiyah, Harapan 3 RS Mardi Rahayu.

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam kegiatan ini disediakan Doorprize dan bermacam macam hadiah mulai dari sepeda, Lemari es, TV, Kipas Angin dll. Salah satu peserta dari RSUD dr. Loekmono Hadi, EKO WICAHYANINGSIH LUSDIYATI, S.Kom, MM (Kasubbag P3EP) berhasil mendapatkan doorprize TV 21’.

 

 

 

 

 

 

SELAMAT KEPADA  IBU EKO WICAHYANINGSIH LUSDIYATI, S.Kom, MM

LOMBA SENAM GERMAS HUT HKN KE-53

Dalam rangka memeriahkan Hari Kesehatan Nasional ke 53 Tingkat Kabupaten. Telah dilaksanakan berbagai macam lomba, diantaranya Lomba Senam GERMAS yang pelaksanaannya pada hari Kamis tanggal 9 November 2017 bertempat di Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Kudus.

RSUD dr. Loekmono Hadi ikut berpartisipasi dengan mengirimkan Tim Senam GERMAS RSUD dr. Loekmono Hadi dengan Anggota nya : SRI WAHYUNI, S.Kep Ners, ERLIY YULINAWATI, SKM, NOVERA ARISNADANI, A.Md.Keb, IMA SETIYOWATI, SE, HARFIFI INDRIYANI, RESTIANA BUDIARTI, S.Pd dan Tim Senam RSUD dr. Loekmono Hadi berhasil meraih juara II.

 

 

 

 

 

 

 

 

SELAMAT KEPADA TIM SENAM GERMAS RSUD dr. LOEKMONO HADI

SALAM SEHAT

Survey Verifikasi ke 1 Akreditasi KARS Versi 2012

Survey Verifikasi ke 1 Akreditasi KARS Versi 2012 dr. Loekmono Hadi oleh  2 Surveyor yaitu dr. Tri Hastuti,MS, Sp.OK dengan Sulikah, SKp, M.Kes, pada tanggal 3 – 4 November 2017.

Kegiatan Hari pertama adalah pembukaan yang dibuka langsung oleh Sekda Kabupaten Kudus Drs. Noor Yasin ,MM mewakili  Bapak Bupati Kudus, dilanjutkan paparan Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi dr. Abdul Aziz Achyar, M.Kes

Telaah Dokumen dilakukan di dua ruangan, ruangan pertama untuk Surveyor  Manajemen yaitu dr. Tri Hastuti,MS, Sp.OK yang menilai Pokja TKP, MFK, KPS, APK, AP, PP, PAB dan MKI. Ruangan Kedua  untuk Surveyor  Keperawatan yaitu Sulikah, SKp, M.Kes yang menilai Pokja SKP, MDG’s, PPK, PPI, HPK, MPO dan PMKP.Setelah telaah dokumen dilanjutkan  dengan telusur lapangan.

Penutupan dilaksanakan pada hari kedua jam 12.30 dengan sebelumnya dilakukan exit conference oleh dr. Tri Hastuti,MS, Sp.OK dan Sulikah, SKp, M.Kes