PPID RSUD dr. Loekmono Hadi

Rumah Sakit Pilihan Utama Masyarakat

BATU BULI BULI

Oleh : dr. Indra Fahri, Sp.U

Buli-buli adalah organ berongga yang terdiri atas 3 lapis otot dan detrusor yang saling beranyaman. Bentuk, ukuran, dan posisinya dipengaruhi oleh berisi tidaknya vesica urinaria. Kapasitasnva kira-kira 500 cc, tetapi kalau berisi 200-300 cc sudah dapat menimbulkan keinginan berkemih.

Fungsi :

Buli-buli berfungsi menampung urine dan ureter dan kemudian mengeluarkannya melalui uretra dalam mekanisme miksi (berkemih). Dalam menampung urine, buli-buli mempunyai kapasitas maksimal, yang volumenya untuk orang dewasa kurang lebih adalah 300 – 450 ml.

Pembentukan Batu Kemih

Kekurangan nutrisi vitamin A, magnesium, fosfat dan vitamin B6, yang dikombinasikan diet rendah protein tapi tinggi karbohidrat diimplikasikan sebagai patogenesis batu buli pada anak-anak terutama di Afrika dan Timur Tengah (Ali dan Rifat, 2005). Selain itu dehidrasi, diare, demam, dan infeksi menurunkan produksi urin dan mempercepat kristalisasi.

Penatalaksanaan batu buli

Menurut Papatsoris dan Varkarakis (2006), metode penatalaksaan batu buli, dapat dilakukan  :

  1. Non operasi
  2. Operasi terbuka
  3. Endourologi

Tindakan endourologi adalah tindakan invasif minimal untuk mengeluarkan batu saluran kemih yang terdiri atas memecah batu, dan kemudian mengeluarkannya dari saluran kemih melalui alat yang dimasukkan langsung ke dalam saluran kemih. Beberapa tindakan endourologi adalah :

  1. Perkutaneus prosedur
  2. Litotripsi
  3. Elektrohidrolik : merupakan salah satu sumber energi yang cukup kuat untuk menghancurkan batu buli. Dapat digunakan bersamaan dengan TURP.
  4. Ultrasound : cukup aman digunakan untuk kasus batu buli, dapat digunakan untuk batu berukuran besar
  5. Laser : yang digunakan adalah Holmium YAG, telah menjadi pilihan utama karena kemampuannya untuk menghancurkan batu berukuran besar dengan kerusakan jaringan sekitar yang minimal.
  6. ESWL (Extracorporeal Shockwave Lithotripsy)

Banyak dipakai untuk penatalaksanaan batu buli. Pasien dalam posisi prone untuk mengurangi pengaburan fluoroskopi oleh pelvis dan tulang sakrum. Kateter foley dipasang untuk memasukkan dan mengeluarkan cairan kedalam buli.

Updated: 24 Oktober 2017 — 09:13

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
PPID RSUD dr Loekmonohadi © 2023 Frontier Theme